Kenali Apa Itu Fintech, Contoh-Contohnya Di Indonesia yang Sedang Naik Daun

Saat ini era digital diwarnai dengan munculnya berbagai macam perusahaan baru yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Perusahaan-perusahaan baru tersebut merupakan perusahaan rintisan atau startup. Startup sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu e-commerce dan Financial Technology (Fintech).

Pada tulisan ini yang akan dibahas ialah startup jenis Fintech. Di mana Fintech sendiri sedang naik daun saat ini. Lalu, apa itu Fintech? Apakah Fintech memiliki banyak jenis? Kamu akan mengetahui segala informasi yang berhubungan dengan Fintech pada pembahasan di bawah ini.

Apa Itu Fintech

Sebelum membahas lebih dalam mengenai Fintech, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa itu Fintech. Jika e-commerce lebih fokus terhadap jasa jual beli online, maka Fintech merupakan perusahaan yang melakukan inovasi di bidang keuangan dengan sentuhan teknologi modern.

Perlu kamu ketahui bahwa e-commerce dan Fintech merupakan jenis startup yang saling mendukung satu sama lain. Jika e-commerce merupakan platform jual beli, maka Fintech hadir untuk membantu proses jual beli tersebut agar bisa diterima oleh masyarakat. Fintech hadir untuk memudahkan pelanggan melakukan pembayaran dengan mudah.

Selain itu, Fintech merupakan salah satu alternatif yang bisa kamu gunakan untuk berinvestasi. Apalagi, bagi kamu yang memiliki keinginan untuk mengakses layanan jasa keuangan dengan efisien, ekonomis, nyaman dan praktis. Apalagi, keberadaan Fintech sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat, sebab Fintech memadukan efektivitas dan teknologi yang memiliki dampak positif.

Semakin hari, perkembangan pengguna Fintech pun semakin meningkat. World Bank mengatakan bahwa pengguna Fintech pada tahun 2007 ialah 7%. Lalu, pada tahun 2011 berkembang menjadi 20% dan meningkat lagi sebanyak 36% di tahun 2014. Terakhir, pada tahun 2017, pengguna Fintech menginjak angka 78% dengan kata lain sebanyak 135-140 perusahaan tercatat sebagai pengguna Fintech.

Di Indonesia sendiri Fintech memiliki total nilai transaksi hingga Rp202,77 triliun. Hadirnya Fintech di Indonesia membantu masyarakat untuk menyelesaikan berbagai masalah. Pembahasan selanjutnya akan membahas mengenai jenis-jenis Fintech yang berkembang di Indonesia.

Jenis-Jenis Fintech

Setelah memahami apa itu Fintech, tentu kamu harus mengetahui jenis-jenisnya. Apalagi, kebanyakan orang beranggapan bahwa Fintech merupakan pinjaman online. Padahal, pinjaman online sendiri merupakan salah satu jenis Fintech. Lalu, apa saja jenis-jenis Fintech di Indonesia? Berikut daftar beserta penjelasannya.

Peer to Peer Lending

Jenis yang pertama ini merupakan Fintech yang paling populer di Indonesia. Peer to Peer Lending sendiri sering dikenal dengan nama pinjaman online. Di mana menurut OJK pinjol sendiri merupakan layanan pinjaman uang berbasis teknologi.

Layanan ini pertama kali muncul di Indonesia sejak tahun 2016. Awalnya, layanan ini banyak digunakan untuk mendanai bisnis UMKM. Namun, saat ini pinjaman online lebih sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Apalagi, kemudahan dan kecepatan pencairannya membuat Fintech jenis ini sangat populer di Indonesia. Bayangkan saja, kamu hanya memerlukan hitungan menit untuk mendapatkan dana segar tanpa syarat yang ribet.

Jika kamu menggunakan layanan ini, pastikan untuk memilih perusahaan yang terdaftar secara resmi di OJK. Apalagi, saat ini banyak pinjol ilegal yang mencekik konsumen dengan bunga yang besar.

Tidak hanya itu saja, jika kamu telat bayar, maka perusahaan tersebut akan melakukan penagihan dengan menyebarkan data pribadi. Walaupun, prosesnya lebih mudah dan cepat, sebaiknya kamu tetap berhati-hati dan memilih perusahaan pinjol yang memiliki legalitas jelas.

Microfinancing

Jenis kedua ini merupakan Fintech yang memberikan solusi untuk masyarakat kelas bawah yang memerlukan dana segar namun terkendala sistem bank. Bukan rahasia umum lagi, jika akses ke institusi keuangan perbankan sangat sulit untuk diraih oleh masyarakat desa.

Maka dari itu, tugas microfinancing di sini untuk menjembatani antara masyarakat yang membutuhkan dana dengan investor secara digital. Sehingga dana yang diberikan tersebut bisa digunakan sebagai modal usaha atau mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Digital Payment System

Fintech jenis ini merupakan layanan pembayaran digital tanpa melalui bank. Kamu pun bisa membayar berbagai jenis tagihan maupun pembelian secara online tanpa adanya syarat yang rumit.

Apalagi, sejak adanya e-commerce, jenis Fintech ini semakin berkembang dan banyak digandrungi oleh masyarakat. Berbagai macam e-commerce pun bekerja sama dengan perusahaan Fintech ataupun membentuk sistem digital payment sendiri.

Manajemen Risiko dan Investasi

Manajemen Risiko dan Investasi merupakan jenis Fintech yang memberikan layanan untuk mengelola keuangan dengan benar.  Jenis satu ini akan membantumu untuk membuat perencanaan keuangan yang baik serta mewujudkan impian finansialmu di masa depan.

Selain itu, Fintech jenis ini juga memberikan akses asuransi dan investasi. Bagaimana menarik bukan? Apalagi, hanya bermodalkan smartphone, kamu bisa mendapatkan paket lengkap dalam pengelolaan keuangan.

Equity Crowdfunding

Crowdfunding merupakan layanan Fintech yang berfokus pada penggalangan dana. Di mana, dana yang terkumpul akan didonasikan kepada organisasi sosial atau diinvestasikan kepada sebuah bisnis. Jadi, tidak heran jika banyak orang yang mengatakan bahwa Fintech jenis ini mirip dengan P2P Lending.

Bedanya, Fintech jenis ini diposisikan sebagai pemilik usaha. Salah satu contoh Fintech crowdfunding ialah LandX yang sudah diawasi  dan mendapat izin dari OJK.

Apalagi, kamu hanya perlu memiliki modal Rp1 juta untuk melakukan investasi sekaligus memiliki UMKM yang dikurasi dengan ketat.

Manfaat Fintech

Perkembangan Fintech di indonesia memberikan banyak dampak baik untuk masyarakat. Maka dari itu, selain harus memahami apa itu Fintech, kamu juga perlu mengetahui manfaatnya. Berikut beberapa manfaat Fintech di Indonesia.

1. Transaksi Keuangan Lebih Mudah

Manfaat pertama yang diberikan oleh Fintech ialah transaksi keuangan yang lebih mudah. Hal ini terbukti, saat kamu melakukan transaksi finansial, maka kamu tidak perlu pergi ke bank. Kamu hanya perlu menggunakan ponsel untuk menyelesaikan segala aktivitas keuangan.

2. Akses Pendanaan Lebih Baik

Adanya Fintech membuat teknologi keuangan berkembang pesat hingga menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya orang yang memahami cara mendapatkan bantuan pendanaan untuk menunjang kebutuhan harian.

3. Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat

Manfaat Fintech ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Di mana setelah masyarakat mendapatkan akses pendanaan yang lebih baik. Maka, masyarakat bisa menggunakan dana tersebut untuk membiayai aktivitas konsumtif dan produktif. Sehingga, taraf hidup dan kesejahteraan hidup masyarakat pun meningkat.

4. Mendukung Inkluasi Keuangan

Maksud dari inkluasi keuangan di sini ialah keterlibatan masyarakat dalam transaksi ekonomi, misalnya, jual beli, iuran hingga simpan pinjam. Kemudahan teknologi Fintech memberikan banyak keuntungan dalam berbagai transaksi ekonomi. Sehingga inkluasi keuangan di indonesia pun semakin meningkat.

5. Mempercepat Perputaran Keuangan

Adanya akses keuangan dan kemudahan dalam bertransaksi mendorong arus perputaran ekonomi yang cepat dan praktis. Selain itu, Fintech akan membantu pelaku usaha untuk mendapatkan modal dengan bunga rendah melalui pinjol.

5 Contoh Fintech yang Populer di Indonesia

Berikut adalah contoh Fintech berupa perusahaan yang populer di Indonesia. Selain populer, perusahaan-perusahaan yang akan disebutkan mengalami pertumbuhan yang cepat. Selain itu, beberapa perusahaan tersebut juga terdaftar dalam OJK sehingga kredibilitas dari perusahaan tidak perlu diragukan.

1. Modalku

Contoh Fintech pertama ialah Modalku, yang mana perusahaan ini merupakan platform P2P Lending yang memungkinkan pemilik UKM untuk meminjam dana hingga Rp500 juta. Peminjaman tersebut bisa dilakukan selama kurun waktu 3-12 bulan.

Jika permohonan tersebut disetujui, maka pengajuan tersebut akan ditampilkan di situs Modalku. Hal ini memiliki tujuan supaya calon pemberi pinjaman dapat melihat kebutuhan pelaku UKM.

Jika jumlah pinjaman yang diharapkan pemilik UKM berhasil terpenuhi dalam rentang waktu yang sudah ditetapkan, maka Modalku akan melakukan pencairan dana. Namun, Modalku akan menarik komisi sebesar 3% dari pinjaman dan 3-4% dari pihak investor.

Mengapa demikian? Sebab, penarikan komisi tersebut sudah sesuai kesepakatan di awal. Modalku sendiri sudah diluncurkan sejak Januari 2016 dan telah menerima seri B di tahun 2018 senilai 25 juta dolar.

2. Uang Teman

Selanjutnya ialah Uang Teman, yang merupakan situs penyedia layanan pinjaman online mulai Rp1 – Rp3 juta. Waktu pengembalian dana yang dipinjam dari Uang Teman ialah 30 hari. Tidak hanya itu saja, saat melakukan peminjaman kamu tidak perlu memberikan jaminan.

Saat ini, kamu bisa menemukan layanan Uang Teman dari berbagai platform seperti Android, aplikasi iOS dan web. Layanan ini juga hadir di berbagai kota Indonesia seperti Bali, Bandung, Jabodetabek, Klaten, Magelang, Makassar, Semarang, Solo, Surabaya dan Yogyakarta.

Situs ini didirikan oleh Aidil Zulkifli dan berhasil memperoleh pendanaan seri A pada Agustus 2017 sebesar 12 juta dolar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Alpha JWC Ventures, Draper Associates, Enspire VC dan K2 Venture Capital.

3. Kredivo

Kredivo merupakan perusahaan Fintech Indonesia yang memiliki konsep pinjaman tanpa kartu kredit. Proses pendaftaran dan pencairan dana yang dimiliki oleh Kredivo pun sangat cepat. Startup pinjol ini menawarkan berbagai macam kemudahan dalam berbelanja tanpa kartu kredit di beberapa toko online dan gerai populer.

Tidak hanya itu saja, Kredivo juga menawarkan kemudahan dalam melakukan pinjaman tunai dengan bunga rendah dibandingkan perusahaan lainnya. Pada tanggal 25 juli 2018, startup ini mendapatkan pendanaan seri B bernilai 30 juta dolar.

Investor yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ialah  Alpha JWC Ventures, Jungle Ventures, GMO Partners, Openspace Ventures dan 500 Startups.

4. GO-PAY

GO-PAY dikeluarkan oleh pihak GO-JEK untuk mendukung berbagai macam layanan yang dimiliki aplikasi tersebut, khususnya pembayaran non-tunai. Awalnya, GO-PAY memiliki nama GO-JEK Credit dan baru berubah nama setahun setelahnya.

Saat ini, GO-PAY mengakuisisi PonselPay yang merupakan sebuah perusahaan pemilik lisensi e-money. Hal ini dilakukan oleh GO-PAY untuk mendukung operasionalnya. Apalagi, mayoritas pengguna GO-JEK memanfaatkan layanan ini.

Sebab, dengan menggunakan layanan ini para pengguna akan dimanjakan dengan berbagai macam diskon dan hadiah yang cukup menggiurkan. Selain itu, GO-PAY juga bisa digunakan untuk penarikan tunai, transaksi di berbagai merchant dan transfer saldo.

5. OVO

Bisa dikatakan OVO merupakan kompetitor kuat untuk GO-PAY. Sebab, saat ini banyak ‘Perang Cashback’ yang diberikan oleh OVO dan GO-PAY di beberapa merchant Indonesia.

OVO sendiri tidak jauh berbeda dengan GO-PAY yang merupakan aplikasi dompet digital untuk memudahkan pengguna melakukan transaksi non-tunai. Sebagai salah satu perusahaan Fintech terbesar di Indonesia, OVO juga bekerja sama dengan banyak merchant.

Bahkan, OVO sudah bekerja sama dengan lebih dari 200.000 UKM terbesar di Indonesia. OVO sendiri berada di bawah pengawasan LIPPO GROUP dengan Albert Lucius sebagai Chief Product Officer-nya.

Selain itu, layanan tunai OVO juga diperluas meliputi Paylater, pinjaman modal usaha dan seluruh layanan yang mendapat izin OJK.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai apa itu Fintech, contoh fintech yang beredar di Indonesia serta manfaat Fintech itu sendiri. Apakah kamu sudah paham mengenai apa itu Fintech? Buat kamu yang ingin mencoba salah satu jenis Fintech di atas, silakan pilih Fintech yang sudah mendapatkan izin dan diawasi oleh OJK.

 

Leave a Comment