Seberapa Perlu Kamu Konsumsi Suplemen dan Multivitamin untuk Kesehatan?

Semua orang pastinya tidak asing lagi dengan kata “suplemen dan multivitamin.” Bahkan menurut data dari Centers for Disease Control atau CDC pada 2017 lalu, 40% dari seluruh penduduk AS, baik pria maupun wanita, pada kelompok usia produktif ternyata rutin mengonsumsi suplemen dan multivitamin. Tidak jarang, seseorang mengonsumsi berbagai jenis suplemen dan multivitamin dalam satu hari. Tujuannya pasti beragam. Bisa memenuhi asupan vitamin dan mineral agar terhindar dari sakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan ada juga yang percaya dengan mengonsumsi suplemen akan membuat tubuh lebih awet muda! Tapi benarkah semua ini? Benarkah dengan mengonsumsi suplemen multivitamin secara rutin akan memberikan manfaat bagi tubuh? Perlukah kita semua berbondong-bondong minum suplemen multivitamin? Yuk cari tahu jawabannya di sini.

  • Kenali suplemen dan multivitamin

Suplemen, sekarang ini banyak sekali iklan produk yang mengimingi tentang kelebihan produknya masing-masing. Biarpun berbeda-beda, satu yang mereka katakan: “Makanan pokok saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi, apalagi dengan keadaan lingkungan modern dan lifestyle yang tidak menunjang gaya hidup sehat.”
Disinilah suplemen mulai berperan. Tetapi, suplemen manakah yang harus kita pilih? Sebuah suplemen disebut memiliki kandungan multivitamin apabila mengandung tiga atau lebih kandungan vitamin dan mineral yang dikemas dalam bentuk kapsul/tablet/pil/cairan. “Saat ini, telah banyak dijual secara bebas suplemen dengan kandungan multivitamin dan mineral, mulai dari campuran vitamin B kompleks, campuran antara vitamin B dan vitamin C, dan mineral lainnya mulai dari kalsium, kalium, magnesium, dan zinc,” kata dr. Felicia Setiawan, dilansir dari tanyadok.com.

  • Ketahui komposisi setiap suplemen

Menurut dia, komposisi nutrisi pada masing-masing merek suplemen berbeda-beda. Sehingga, pengguna suplemen harus memerhatikan takaran gizi pada label komposisi produk untuk mengetahui berapa banyak jumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam setiap kapsul/tablet/pil/sendok. Ahli-ahli gizi menggunakan takaran Recommended Daily Intake (RDI) yang dirilis oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai acuan nilai jumlah konsumsi nutrisi yang dibutuhkan oleh individu sehat. Suplemen sebenarnya adalah asupan tambahan dari makanan. “Keberadaan suplemen tidak dapat menggantikan makanan pokok,” ujar Felicia. Biarpun sudah mengonsumsi suplemen, tetap saja kamu harus menjaga gizi dari makanan pokok yang dimakan. Nah, suplemen apa saja yang dapat kita temukan di pasaran? Berikut ini penjelasannya:

  1. Vitamins, merupakan micronutrien dan ko-enzim yang diperlukan untuk membentuk energi. Vitamin dibedakan menjadi 2 tipe berdasarkan kemampuan kelarutannya, yaitu yang larut di dalam air (vitamin C, dan B complex) dan yang dapat larut didalam minyak (vitamin A,D,E, dan K).
  2. Minerals, dapat ditemukan dalam bentuk senyawa ataupun berdiri sendiri tanpa ikatan dengan mineral lain. Mineral digunakan untuk membangun tulang, otot. Selain itu, mineral diperlukan dalam reaksi kimia untuk siklus tubuh sehari-hari. Contoh mineral antara lain tembaga, besi, zinc, dan chromium.
  3. Asam amino, dibuat dari protein yang berguna untuk zat pembangun. Asam amino banyak digunakan oleh atlet binaraga dan olahragawan. Terdapat sekitar 28 jenis asam amino yang dapat saling dikombinasikan untuk keberlangsungan hidup sehari-hari. Contoh asam amino antara lain L-arginine, L- carnitine, L-glutamine.
  4. Antioxidants, merupakan kelompok vitamin, mineral dan enzim yang dapat membantu melawan oksida bebas dan radikal bebas yang berpotensi merusak sel. Contohnya adalah melatonin, zinc, vitamin C dan koenzim Q10.
  5. Enzim, merupakan senyawa protein yang berperan untuk mencerna makanan, merangsang perkembangan otak, memperbaiki sel dan sebagai katalisator energi. Beberapa enzim yang terkenal adalah amilase, selulase, lipase, laktase dan protease. Madu, lidah buaya, propolis dan bee pollen, yakni bahan dari alam yang dapat langsung dipakai. Rempah-rempah, adalah tumbuhan yang memiliki khasiat untuk penyembuhan dan menjaga fungsi
    tubuh tetap prima. Rempah bisa dipakai sebagai obat dengan takaran yang sesuai. Contohnya adalah
    bawang putih, jahe, ginseng, mengkudu,kumis kucing. Asam lemak esensial, biasa dikenal sebagai essential fat acid atau EFAs. Asam lemak jenis ini digunakan untuk menyediakan asam lemak dan zat pembangun karena EFA tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Contohnya adalah minyak ikan, minyak bunga matahari, minyak biji anggur, minyak borrage atau bunga bintang.
  6. Bioflavinoids, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan vitamin. Seringkali bioflavinoids diberikan
    bersamaan dengan vitamin C. Makanan hijau, digunakan untuk detoksifikasi tubuh dan sebagai sumber energi. Contohnya adalah : chlorella, spirulina, rumput barley, extract rumput gandu. Serat, digunakan untuk membantu menurunkan nilai kolesterol dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal di dalam tubuh. Contohnya adalah : pectin/serat apel dan gandum.
  • Bagaimana memilihnya?

Apa yang biasanya menjadi pertimbangan ketika memilih suplemen di outlet? Selain fungsi dan kegunaan, promo, harga, dan merek menjadi pertimbangan tersendiri. Namun tidak dapat dipungkiri, promo yang gencar memiliki peranan besar dalam pertimbangan konsumen. Apakah ini salah? “Sebetulnya tidak juga. Karena sampai sekarang tidak ada regulasi ataupun peraturan yang mengatur tentang janji- janji yang boleh tertera di label produk,” kata Felicia. Bagaimana seharusnya memilih suplemen yang baik? “Suplement yang baik adalah suplemen yang memiliki jumlah nutrisi paling mendekati RDI. Selain itu, patokan lain adalah Recommended Dietary Allowence (RDA),” ujar Felicia.

RDA adalah jumlah zat gizi yang diperkirakan dapat memenuhi 97%-98% kebutuhan gizi pada individu yang sehat berdasarkan umur dan jenis kelamin. Di sisi lain, nutrien biasanya di nilai dengan unit yang variatif yaitu : “mg” berarti milligram,“ug” berarti microgram, dan “IU” berarti International Units

  • Dan, ini tip memilih suplemen dan multivitamin yang tepat

Sebelum kamu memutuskan untuk mengonsumsi suplemen, beberapa hal bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kamu. Apa tujuan kamu mengonsumsi suplemen? Bila untuk memenuhi kebutuhan komponen nutrisi, pastikan jumlahnya sesuai dengan anjuran RDI dari FDA. Bila untuk pencegahan penyakit, konsultasikanlah dengan dokter tentang jenis suplemen dan dosis penggunaannya. Pastikan suplemen yang kamu gunakan aman dan bermanfaat dalam jangka waktu panjang sesuai dengan tujuanmu. Apakah suplemen ini teregistrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Jangan menggunakan obat dan suplemen yang belum terdaftar di BPOM! Karena obat dan suplemen ini mungkin mengandung bahan berbahaya dan justru akan sangat merugikan. Jadi, jangan sembarangan minum, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *